Salesman Yang Sukses


Kisah Salesman

Kisah Salesman

Inilah sebuah kisah tentang seorang salesman.

Sebuah perusahaan penerbitan buku yang sedang naik daun membuka lowongan untuk Sales sebagai upaya untuk mendongkrak penjualan bukunya.

Sang bos menetapkan 3 kriteria untuk salesnya yaitu :
– Buku tipis dengan salary fee sebesar 10 persen setiap laku 15 buku per hari dengan harga 20 ribu perbuku,
– Buku sedang dengan salary fee sebesar 20 persen setiap laku 10 buku per hari dengan harga 25 ribu per buku dan
– Buku tebal dengan salary fee sebesar 35 persen setiap laku 5 buah buku per hari dengan harga 50 ribu per buku.
Selain itu tiap Salesman maupun Salesgirl yang bekerja mendapat ongkos jalan 50 ribu per hari dengan syarat harus dapat memenuhi target.

Seorang pelamar dengan segala pengalaman dan latar belakang pendidikannya yang juga syarat dengan bidang jual menjual dengan pedenya setelah diterima, mengambil jatah 5 buku tebal dengan perhitungan akan dapat fee yang lumayan, hari pertama dia sukses dengan target 5 buku dan hari berikutnya dia minta jatah 10 buku, dan ternyata dia hanya dapat menjual 7 buku saja, dan hari hari berikutnya dia hanya mampu menjual 3 sampai 4 buku saja sehingga dia kehilangan jatah 50 ribunya.
Dengan segala pertimbangan akirnya dia beralih ke buku yang sedang tetapi juga tetap kurang mencapai target dan sudah bisa ditebak ahirnya dia mengambil jatah buku yang tipis saja.
Selanjutnya sang sales hanya dapat bertahan dengan kadang kadang dapat mencapai target kadang juga tidak, mau pindah kerja kemana cari kerjaan sekarang susah, apalagi mau cari kerjaan yang ada duitnya, lebih lebih mau cari duit, sapa juga gini hari bisa buang duit .

Sang bos tentu saja gundah gulana, betapa tidak karena bukunya kurang laku dan tentu saja kas nya menjadi agak agak kering.

Suatu ketika datanglah seorang pelamar yang bertampang biasa biasa saja dan juga berpendidikan biasa biasa saja untuk menjadi sales.
Sang Bos yang menangani sendiri rekruitmen salesnya, sangat terkesan karena si pelamar sangat pendiam dan hanya sering mengatakan ya, selebihnya adalah menggeleng dan mengangguk, Sang Bos yang sarat pengalaman dalam dunia buku mem buku berfikir, bagaimana orang yang pendiam mau jadi sales penjualan buku.
Sang Bos akhirnya menerima sang pelamar menjadi salesman buku buku miliknya.

Hari pertama setelah dijelaskan semua persyaratan dan tentu saja bonus dan segalanya maka sang pelamar ini yang selanjutnya namanya di samarkan menjadi Polan memulai karir menjadi sales buku dengan permulaan mengambil buku yang tipis dulu.
Sore hari dia melaporkan hanya dapat menjual 7 buku.
Hari hari selanjutnya dia merangkak dengan kadang mencapai target kadang juga tidak, begitu terus berjalan sampai hari ke sepuluh, setelah merasa mampu dia beralih langsung ke buku tebal.

Mendengar rekan seprofesinya tersebut beralih mengambil buku yang tebal dengan memcibir dia berkomentar bahwa hal tersebut mustahil hil hil hil.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu si Polan sang sales kita sudah membeli motor baru dari bonus jual bukunya dan terus dan terus dan terus lagi melaju mengumpulkan bonus bonusnya.

Melihat kemajuan yang luar biasa dari Si Polan, sales yang pede yang kita ceritakan pada awal kisah, mulai berfikir dan berfikir kerassssssss memikirkan apa strategi si Polan sehingga dapat melampaui target penjualan tersebut.

Setelah berfikir bolak balik dan tentu saja sambil membolak balik diktat kuliahnya serta buku buku referensi tentang Strategi Marketing yang di punyainya akhirnya dia menyerah dan memutuskan akan bertanya langsung kepada si Polan.
Berikut rekaman pembicaraan mereka berdua :

Salesman : Kamerat, engkau berpendidikan khusus dalam ilmu Marketing ?
Si Polan : . . . . .. . . . ( hanya menggelengkan kepala)
Salesman : Kamerat, apakah ada strategi khususmu dalam menjual ?
Si Polan : . . . . .. . . . ( hanya menggelengkan kepala)
Salesman : Kamerat, apakah kamu pake guna2 dari dukun yang paling ampuh se dunia
Si Polan : . . . . .. . . . ( hanya menggelengkan kepala)
Salesman : Jadi apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa (sambil tiga perempat jengkel)
Si Polan : Sssaaa ya haaa nya beeeeer taaaanya paaa da pem beeee li, maaa u beeee liii buuu ku iiiii ni , aaaaap pa ssaaa ya baaaaa caaaa kan.

Regards,

Jerry

Tentang JERRY

I'm a man, looking good as me.. and many secret else... want to know many things about me?? contact me in my mail please......
Pos ini dipublikasikan di Alkisah dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s