16 Tahun, 24 Klub


Lutz Pfannenstiel

Lutz Pfannenstiel

Nama Kaka belakangan ramai dibicarakan karena nyaris memecahkan rekor dunia harga transfer. Tetapi bila menyangkut kegemarannya bersepakbola keliling dunia, Lutz Pfannenstiel juaranya.

Pfannenstiel baru saja menandatangani kontrak untuk membela klub ke-24 dalam karirnya. Kiper berkebangsaan Jerman itu pekan lalu menerima tawaran menjadi manajer-pemain di klub Divisi III Norwegia, Mangerud Star.

Bila ada seorang Phileas Fogg (tokoh dalam novel Jules Verne, Around the World in 80 Days) modern, maka barangkali orang itu adalah Pfannenstiel. Total 15 negara di lima benua pernah dirambah oleh pria 35 tahun itu.

Dengan pengalaman seperti itu, Pfannenstiel mendapat predikat unik sebagai pemain profesional pertama yang pernah bermain di enam benua, karena menurut FIFA, Amerika Utara dan Amerika Selatan dipisah.

Pfannenstiel sendiri tidak pernah menyangka karirnya akan mengalir seperti ini. Ketika masih menjadi pemain remaja di FC Bad Kotzting, ia sama sekali tak ingin bermain jauh-jauh dari kampung halamannya di Bavaria, Jerman.

“Itu bukanlah sesuatu yang saya rencanakan. Itu semua terjadi karena ada kesempatan. Tetapi saya bangga dengan rekor ini,” kata Pfannenstiel seperti dilansir AFP.

Di masa remajanya, Pfannenstiel pernah membela timnas Jerman di berbagai level umur. Namun pada tahun 1993, saat berumur 20 tahun, ia menyadari bahwa karirnya mandeng di Kotzting yang bermain di Divisi III.

Pfannenstiel memang sempat menarik minat Bayern Munich, tetapi ia hanya bergulat di tim reserves. Maka ia mengemasi kopernya dan klub Malaysia Penang FA menjadi persinggahan pertamanya di luar Jerman.

Lantas, semua yang terjadi pada Pfannenstiel adalah sejarah. Ia pernah memperkuat klub terkenal semacam Wimbledon atau Nottingham Forest di Inggris, hingga membela klub di Selandia Baru, Malta dan Albania.

Dari 24 klub yang disinggahinya itu, kesejahteraan yang didapat Pfannenstiel barangkali tidak seberapa; jauh dibanding seorang Kaka atau Zinedine Zidane. Tetapi Pfannenstiel punya mimpi luhur dalam hatinya seperti misalnya berkampanye melawan perubahan iklim.

Tahun 2009, Pfannenstiel berharap bisa menyelenggarakan sebuah pertandingan amal yang melibatkan pemain-pemain legendaris dunia di Antartika, satu-satunya benua yang belum tercantum di dalam curriculum vitae-nya.

Daftar klub yang pernah dibela Pfannenstiel:
1. FC Bad Kotzting (Jerman)
Penang FA (Malaysia)
Wimbledon (Inggris)
Nottingham Forest (Inggris)
Sint-Truidense (Belgia)
Hamrun Spartans (Malta)
Sembawang Rangers FC (Singapura)
Orlando Pirates FC (Afrika Selatan)
Nottingham Forest
TPV (Finlandia)
Nottingham Forest
SV Wacker Burghausen (Jerman)
Geylang United FC (Singapura)
Dunedin Technical (Selandia Baru)
Bradford Park Avenue (Inggris)
ASV Cham (Austria)
Dunedin Technical
Bradford Park Avenue
Dunedin Technical
Calgary Mustangs (Kanada)
Otago United (Selandia Baru)
KS Vllaznia Shkoder (Albania)
Baerum SK (Norwegia)
Vancouver Whitecaps (Kanada)
Clube Atletico Hermann Aichinger (Brasil)
Flekkeroy IL (Norwegia)
Manglerud Star (Norwegia)

Sumber : Detiksport

Tentang JERRY

I'm a man, looking good as me.. and many secret else... want to know many things about me?? contact me in my mail please......
Pos ini dipublikasikan di Unik Sport dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s