Meningkat! Jumlah Wanita Bunuh Diri


Bunuh diri

Bunuh diri

Tekanan ekonomi dan berbagai aspek dalam hidup bisa memacu seseorang untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Wanita adalah kelompok yang tergolong rentan karena perasaan yang lebih sensitif dibandingkan kaum pria.

Hal itu terbukti dalam sebuah penelitian di Amerika Serikat yang mengatakan tingkat bunuh diri meningkat terutama pada wanita kulit putih paruh baya.

Para peneliti menemukan, sejumlah peningkatan bunuh diri pada periode 1999 dan 2005, serta terjadi semacam kesalahan pada data. Meskipun alasan belum diketahui secara pasti.
Secara umum, tingkat kematian rata-rata mencapai 0.7% sampai saat ini, tetapi rata-rata untuk pria kulit putih dengan rentang umur 49-64 mencapai 2.7% dan wanita kulit putih paru baya mencapai 3.9%, demikian fakta yang ditemukan oleh tim peneliti dari Universitas Johns Hopkins di Baltimore, Selasa, 21/10-2008.

“Kenaikan terbesar yang pernah kami lihat antara tahun 1999 dan 2005 terjadi pada wanita diperkirakan bisa mencapai 57%,” ujar Susan Baker, Profesor yang ahli dalam bidang analisa penyebab bunuh diri.

Baker, Guoqing dan koleganya menulis pada sebuah artikel jurnal kesehatan Amerika yang merujuk pada data yang dikutip dari Pusat pencegahan dan kontrol penyakit Amerika.

“Hasil atau perubahan dari penyebab bunuh diri, terutama pada wanita kulit putih paruh baya menjadi kelompok dengan resiko kematian tertinggi,” ujar Baker.

Dia menuturkan, secara historis, program pencegahan bunuh diri telah fokus pada kelompok yang memiliki resiko tertinggi yaitu remaja dan anak muda keduanya diketahui kulit putih.

“Penelitian memberitahu kita untuk kembali fokus mengembangkan program pencegahan untuk pria dan wanita paruh baya,” katanya.

Bunuh diri menempati peringkat 11 penyebab kematian di Amerika Serikat dan Baker mengatakan perubahan tersebut cukup substansial.

“Sesungguhnya hal tersebut bukan masalah sepele. Kami melihat sebuah perubahan besar dalam populasi,” ” tutur Baker ketika dihubungi melalui telepon.

Dia berharap peneliti lain akan menemukan alasan dibalik fakta tersebut.

“Saya berpikir bahwa kita membutuhkan penelitian untuk mengetahui informasi peroleh dari orang-orang yang melakukan bunuh diri,” katanya.

Baker memaparkan, sebagian besar orang yang bunuh diri tersebut hidup sendiri, tanpa ada yang mengurusi atau orang-orang yang peduli terhadap mereka, atau juga mereka yang terbebani dengan semua pekerjaan dan tanggung jawab

“Kita juga harus mengetahui lebih banyak kondisi dimana mereka hidup,” tegasnya.

Wanita pada usia paruh baya menggunakan beragam cara untuk membunuh diri mereka sendiri. Misalnya, racun, penggunan obab-obatan, mati lemas dan membakar dirinya sendiri.

Bunuh diri dengan membakar diri merupakan cara yang paling banyak digunakan, sementara bunuh diri menggunakan senjata mencapai 6.3% laki-laki dan 2.3% wanita.

Pada September peneliti menemukan kenaikan 18% remaja AS yang bunuh diri antara tahun 2004 hingga 2005 setelah dalam beberapa dekade mengalami penuruan.

Dan hasil penelitian internasional menemukan bahwa anak muda,lajang, wanita, pendidikan kurang dan keterbatasan mental merupakan kelompok dengan resiko potensi bunuh diri tertinggi.

Menurut badan kesehatan dunia (WHO), rata-rata bunuh diri mengalami kenaikan sekitar 60% dalam 45 tahun terakhir. Depresi menjadi penyebab kematian tertinggi.

Sumber : WHO

Tentang JERRY

I'm a man, looking good as me.. and many secret else... want to know many things about me?? contact me in my mail please......
Pos ini dipublikasikan di Berita Terkini, Sebaiknya anda tahu dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s